Mengapa Tidak Menggunakan Analisis Jalur (Path Analysis)?

Kekuatan analisis jalur terletak pada kemampuannya untuk menguraikan hubungan antar  variabel dan untuk menguji kredibilitas teoritis (atau model), yang menggunakan teknik statistik didasarkan pada sejumlah asumsi yang sangat ketat (Pedhazur, 1982). Tiga dari asumsi itu bahwa variabel yang digunakan dalam pengujian analisis jalur bahwa harus diukur tanpa kesalahan, asumsi bahwa kesalahan (error) tidak berkorelasi, dan variabel dalam diagram jalur model yang searah (tidak memasukkan model resiprokal).

Pada banyak penelitian, hampir semua variabel tidak secara langsung diamati (unobservable variable). Variabel seperti aspirasi pendidikan, tes kecemasan, persepsi mahasiswa adalah konsep perilaku laten. Penggunaan indikator tunggal untuk menangkap secara penuh untuk sesuatu yang  kompleks di dalam analisis jalur adalah tidak praktis. Sifat variabel tersebut di analisis jalur membutuhkan keterlibatan satu atau beberapa indikator untuk membangun setiap variabel laten.

Kelemahan lain dari analisis jalur bahwa analisis ini tidak mengizinkan kemungkinan adanya keterkaitan antar  nilai kesalahan (error) residu ada pada setiap variabel endogen. Pengujian model dengan hipotesis adanya pengaruh secara gabungan (simultan) adalah jarang. Dapat dibayangkan, pengalaman akademis tidak hanya akan mempengaruhi kinerja siswa tetapi juga ada kemungkinan kinerja siswa mempengaruhi pengalaman akademis (misalnya belajar, berpartisipasi  dalam kelompok belajar, mengakses sumber daya akademik, terlibat dalam diskusi kelas). Sehingga, penggunaan analisis jalur untuk mengatasi masalah seperti ini adalah tidak tepat.

About Arif Kamar Bafadal

Dosen statistika dan operation research. Blog dibuat agar dapat berbagi pengetahuan tentang statistika dan operation research melalui pengalaman dan tulisan. Blog ini menyampaikan pesan "belajar lalu mengajar" agar selalu tercipta motivasi yang kuat untuk selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan secara khusus pada bidang statistika dan operation research, agar para mahasiswa tidak terjebak dengan sesuatu yang terbatas.
This entry was posted in Regresi, Structural Equation Modelling. Bookmark the permalink.

4 Responses to Mengapa Tidak Menggunakan Analisis Jalur (Path Analysis)?

  1. Aft4 says:

    mmmm aku tambah mumet, hiks hiks

  2. erika says:

    bisa beri penjelasan kepada saya tentang penggunaan metode path analysis ini pak arif kamal? bisa minta emailnya? email saya rika_hardi@yahoo.com makasih atas bantuannya ya pak

  3. sarah says:

    saya sedang menyusun skripsi mengenai pemasaran. saya mneggunakan variabel x1, x2 dan y, dimana xi berhubungan ke y, x2 ke y dan x1 dan x2 ke y. dosen saya menyarankan menggunakan path analisis namun saya liat kerangka pemikiran dr path analisis rata2 bahwa x1 berhubungan ke x2. Saya kurang paham kenapa disarankan path analisis, apakah memang untuk dilihat keterkaitan x1 searah ke x2 atau ada hal lain yg dinilai sehingga menggunakan path. terima kasih. bantuannya sangat saya harapkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s